Selasa, 16 Mei 2017

#FOTOGRAFI 7



TUGAS FOTOGRAFI #7


PARIWISATA 1



Rumah Bubungan Lima adalah rumah adat dari provinsi Bengkulu. Rumah ini memiliki model seperti rumah panggung yang ditopang oleh beberapa tiang penopang. Rumah ini bukanlah rumah tinggal seperti pada umumnya. Rumah ini biasanya dipakai untuk acara adat masyarakat Bengkulu. Rumah ini terbagi atas tiga bagian yaitu rumah bagian atas, rumah bagian tengah, dan rumah bagian bawah.Rumah Bubungan Lima memiliki materi dasar yaitu kayu. Kayu yang dipilih pun bukan kayu sembarangan melainkan kayu yang kuat dan tahan lama.Kayu yang biasanya digunakan untuk membangun Rumah Bubungan Lima adalah Kayu Medang Kemuning

Rumah yang saya ambil fotonya diatas terletak disamping rumah dinas Gubernur Bengkulu, rumah adat ini bisa dijadikan objek wisata budaya. Sangat disayangkan apabila rumah adat ini rusak tak dilestarikan, lebih baik dilengkapi pertunjukkan budaya Bengkulu seperti dol dan tariannya. Bisa juga dilengkapi dengan cara membatik kain besurek, baju adat dan seluruh kebudayaan Bengkulu. Jadi para wisatawan bisa kesatu tempat yang sudah lengkap dengan kebudayaannya, selain itu untuk menarik minat wisatawan dapat diadakan festival setiap dua minggu sekali seperti pertunjukkan dol, tari tradisional bengkulu dan bisa juga menjual makanan khas Bengkulu seperti lempuk, tempuyak, ikan pais dll. Tempatnya strategis, tidak sulit dijangkau sehingga wisatawan dapat dengan mudah berkunjung.

Kamera : Canon EOS 600D
Lokasi : Rumah Dinas Gubernur Bengkulu




PARIWISATA 2 



Kota Bengkulu sangat identik dengan pariwisata pantainya, banyak masyarakat yang berkunjung ke Pantai Panjang atau Pantai Jakat. Masyarakat pasti sering berjalan-jalan sore dari Pantai Kualo sampai Pantai Pasir Putih untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Masyarakat pasti melewati Pantai Malabero yang jika kita beruntung dapat melihat karang-karang dan ikan yang cantik-cantik saat surut (sayangnya saat saya kesana sedang tidak surut). Sebenarnya Pantai ini bisa dijadikan objek pariwisata yang asyik seperti snorkeling, snorkeling adalah (selam permukaan) atau selam dangkal (skin diving) adalah kegiatan berenang atau menyelam dengan mengenakan peralatan berupa masker selam dan snorkel. Selain itu, penyelam sering mengenakan alat bantu gerak berupa kaki katak (sirip selam) untuk menambah daya dorong pada kaki. 

Wisata snorkeling ini hanya bisa dinikmati saat air sedang tinggi (pasang), karena apabila air sedang surut kita tidak perlu snorkeling untuk melihat karangnya tetapi ada satu kekuranga yaitu kita tidak bisa melihat banyak jenis ikan. Jadi pantai ini berpotensi untuk snorkeling sehingga wisatawan yang mabuk laut (tidak berani ke pulau tikus atau tidak punya banyak waktu) juga bisa melihat keindahan karang dan ikan-ikan yang dapat dikunjungi dengan mudah. 



Disamping Pantai Karang tersebut banyak kapal-kapal nelayan bersandar, ini juga dapat dijadikan alat transportasi wisata. Kapal-kapal ini tidak digunakan saat tidak melaut atau pasang sehingga dapat dialihfungsikan untuk mengantar wisatawan kedaerah yang agak dalam untuk bersnorkeling.

Kamera : Canon EOS 600D
Lokasi : Pantai Malebero 



Selasa, 09 Mei 2017

#FOTOGRAFI 6



TUGAS FOTOGRAFI #6



FOTO DAILY


Bertahan dihidup yang keras, mencari nafkah siang dan malam, dan dengan berjualan bisa salah satu cara bertahan hidup untuk menghasilkan lebih banyak rezeki yang halal untuk diri sendiri maupun keluarga.

Kamera : Canon EOS M3
Lokasi : Pasar Minggu Kota Bengkulu



FOTO SPORT



Bola voli atau volley ball merupakan salah satu olahraga yang banyak diminati oleh masyarakat Bengkulu. Olahraga ini biasanya dilakukan pada sore hari, tidak hanya laki-laki, perempuan pun sering melakukan olahraga ini. Selain untuk menjaga stamina, bermain bola voli dapat membantu menghilangkan stress karena kita bermain bersama teman-teman sambil bercanda tawa.

Kamera : Canon EOS 600D
Lokasi : Sport Center Pantai Panjang Kota Bengkulu  

Selasa, 25 April 2017

#FOTOGRAFI 5


TUGAS FOTOGRAFI #5


FOTO ESSAY


Tempat wisata tidak dapat dilepaskan dengan yang namanya jajanan baik dijual ditenda-tenda ataupun digerobak , salah satu jajanan favorit tersebut adalah kacang rebus. Kacang rebus merupakan  makanan tradisional (sederhana) Indonesia yang biasanya dijajakan dengan gerobak dorong. Hampir setiap kalangan seperti orang tua, dewasa, remaja bahkan anak-anak menikmati jajanan tersebut.

Tema : Makanan Sederhana
Kamera : Canon EOS 600 D
Lokasi : Pantai Panjang




Weekend atau akhir pekan (sabtu dan minggu) merupakan  hari untuk bersantai, baik dengan keluarga, teman atau kelompok. Selain bersantai dirumah biasanya akhir pekan juga dihabiskan bersama dengan berpergian ketempat wisata, bermain dan masih banyak lagi. Dengan bermain bersama dapat membangun ikatan emosional antar keluarga, anak-anak dan orang tua atau dengan teman-teman. Ikatan emosional yang baik akan menghasilkan hubungan yang baik pula.

Tema : Ikatan Emosional
Kamera : Canon EOS 600D




Terkadang kita tidak sadar bahwa banyak pahlawan baru yang mengerjakan tugas mulianya untuk negara, bukan hanya guru. Penyapu jalan juga punya peran penting dalam kehidupan manusia karena tanpa mereka negara pun akan terdapat banyak sampah yang dihasilkan oleh masyarakat itu sendiri.

Tema : Pekerjaan Mulia
Kamera : Canon EOS M3
Lokasi : Polresta Kota Bengkulu





FOTO SERI 



ES TEBU atau AIR TEBU

Siapa yang tidak tau dengan jajanan minuman satu ini, es tebu atau air tebu merupakan sari, air, atau ekstrak tebu yang biasanya dihasilkan dengan cara dipres atau digiling dengan mesin khusus. Es tebu memiliki rasa yang manis dan khas yang ternyata dapat bermanfaat banyak untuk tubuh kita seperti meningkatkan pasokan energi tubuh, aman untuk penderita diabetes, melawan kanker dan dehidrasi, menurunkan resiko ginjal dan infeksi lambung, mencegah kerusakan gigi, tubuh dan kuku, dan menjaga kecantikan kulit tetapi yang jelas banyak masyarakat mengkonsumisnya untuk menghilangkan dahaga. Satu hal yang paling penting minuman ini tidak perlu ditambahg gula karena rasanya yang sudah manis.




Langkah 1: 

Menghidupkan mesin penggiling tebu, untuk bapak dan ibu penjual masih menggunakan mesin penggiling  manual dengan cara menggerakan roda besar pada  mesin tersebut.



Langkah 2 : 

Membelah tebu menjadi dua agar  tebu tidak terlalu besar dan mudah untuk digiling dimesin.



Langkah 3 :

Menggiling beberapa tebu secara bersemaan melalui dua cela mesin dan dilakukan berulang-ulang agar sari tebu benar-benar terperas sempurna.



Langkah 4 :

Apabila sari yang didapatkan sudah sesuai dengan porsi yang diinginkan maka ibu penjual menyiapkan gelas yang sudah berisi es batu.



Langkah 5 :

Meuangkan sari tebu ke gelas dengan penyaringan agar serbuk-serbuk tebu tidak ikut terminum.



Langkah 6 :

Tebu pun siap diminum. Selain diminum digelas, es tebu juga sering diminum dalam plastik.


Kamera : Iphone 6
Lokasi ; Tengah Padang






Selasa, 04 April 2017

UTS Fotografi



Fotografi Kelas B





Foto ini diambil dengan camera Fujifilm XA-3 dan menggunakan teknik freeze.
Lokasi : Pantai Panjang Bengkulu



Foto ini diambil dengan camera Nikon D5200 dan menggunakan teknik siluet.
Lokasi : Pantai Panjang Bengkuu


Selasa, 21 Maret 2017

FOTOGRAFI #2 #3



TUGAS FOTOGRAFI #2 #3



Foto ini diambil dengan camera Fujifilm XA-2 dan menggunakan teknik background.
Lokasi : View Tower Bengkulu



Foto ini diambil dengan camera Fujifilm XA-2 dan menggunakan teknik foreground.
Lokasi : View Tower Bengkulu



Foto ini diambil dengan camera Nikon D5200 dan menggunakan teknik jarak pandang.
Lokasi : Pantai Panjang Bengkulu



Foto ini diambil dengan camera Canon 1200D dan menggunakan teknik slow speed.
Lokasi : Pantai Tapak Paderi Bengkulu



Foto ini diambil dengan camera Nikon D5200 dan menggunakan teknik landscape.
Lokasi : Pantai Tapak Paderi Bengkulu



Foto ini diambil dengan camera Nikon D5200 dan menggunakan teknik portrait.
Lokasi : Benteng Fort Marlborough



Foto ini diambil dengan camera Canon 550D dan menggunakan teknik depth of field (kedalaman ruang).
Lokasi : Kantor Sampng Rumah Bung Karno



Senin, 27 Februari 2017

FOTOGRAFI #1



TUGAS FOTOGRAFI #1



Foto ini diambil dengan camera Nikon D5200 dan menggunakan teknik bird eye.
Lokasi : Pantai Panjang Bengkulu

  


Foto ini diambil dengan camera Nikon D5200 dan menggunakan teknik bird eye.
Lokasi : Pantai Panjang Bengkulu




Foto ini diambil dengan camera D5200 dan menggunakan teknik frog eye.
Lokasi : Benteng Marlborough




Foto ini diambil dengan camera Canon 1100 D dan menggunakan teknik frog eye.
Lokasi : Pelabuhan Pulau Baai




Foto ini diambil dengan camera Nikon D5200 dan menggunakan teknik high angle.
Lokasi : Benteng Marlborough




Foto ini diambil dengan camera Nikon D5200 dan menggunakan teknik high angle.
Lokasi : Benteng Marlborough




Foto ini diambil dengan camera D5200 dan menggunakan teknik low angle.
Lokasi : Sport Center Pantai Panjang




Foto ini diambil dengan camera D5200 dan menggunakan teknik low angle.
Lokasi : Benteng Marlborough

Senin, 21 Desember 2015

PTKOM (Perkembangan Teknologi Komunikasi)

TEORI DIASPORA

Diaspora berarti bubaran, hamburan dari orang. Awalnya mengacu pada bangsa Yahudi, diaspora berasal dari zaman kuno. Mengomentari kebangkitan konsep di akhir 1980-an, Khachig Tölölyan mengamati bahwa diaspora sekarang digunakan sebagai sinonim untuk istilah yang berbeda seperti ekspatriat, pengasingan, etnis, minoritas, pengungsi, migran, orang asing, dan masyarakat luar negeri. Istilah sekarang beroperasi sebagai kategori sosiologis dan kritis signifikan diimpor ke studi komunikasi yang menempatkan ke dalam bermain dimensi manusia dan sosial dari globalisasi melalui gerakan peningkatan masyarakat demografis menemukan dan di seluruh dunia.
                                   
                Sudut ini pada globalisasi globalisasi dari- bawah-telah sering diabaikan dalam fokus
pada eksploitasi terbaru dari Amerika, Inggris, Eropa, atau dunia yang mencakup Jepang multinasional.
Arjun Appadurai, dalam analisis berpengaruh, daftar pola aliran baru dari media dan orang-orang (yang dia sebut mediascapes dan ethnoscapes, masing-masing) di samping arus teknologi, modal, dan ide yang merupakan era globalisasi saat ini. Yang penting, ia melihat semua arus ini sebagai disjungtif-mereka terjadi bersama-sama dengan cara yang terkait, tapi tidak sistematis.

                Komunikasi, media, dan budaya studi tentang diaspora kontemporer telah korektif
untuk analisis kritis yang fokus pada kekurangan media representasi dari budaya minoritas di masyarakat Barat. Memang, sejumlah pergeseran teoritis dasar berjalan dengan baik di bidang ini mencerminkan pentingnya arus global, atau gerakan, media audiovisual untuk diaspora benar-benar ada. Perubahan teoritis penting karena menunjukkan bagaimana orang-orang mengungsi dari tanah air oleh migrasi, status pengungsi, atau bisnis dan kepentingan ekonomi menggunakan video, televisi, bioskop, musik, dan internet untuk membangun kembali identitas budaya. Pergeseran tersebut bisa bergerak dari masalah sosial atau konsepsi kesejahteraan migran untuk apresiasi perbedaan budaya; dari pandangan media sebagai kekuatan yang dikenakan untuk pengakuan kegiatan penonton dan selektivitas; dan dari "warisan" model esensialis atau yang lebih dinamis, model yang adaptif budaya.

                Ada penelitian yang cukup besar pada masalah yang terkait dengan budaya diaspora. Sebagai salah satu contoh, studi Hamid Naficy tentang apa yang dia sebut televisi pembuangan yang dihasilkan oleh Iran di Los Angeles pada 1980-an adalah model untuk bagaimana media komunikasi dapat digunakan untuk menegosiasikan budaya politik dari kedua rumah dan tuan rumah. Naficy adalah account yang paling berteori dari diaspora, hibrida budaya Identitas belum diproduksi dalam hubungannya dengan media audio visual. Naficy menggabungkan kedua fitur industri dan narasi dari layanan televisi dan genre program yang dikembangkan oleh komunitas pengasingan Iran untuk menunjukkan hubungan, seperti yang digambarkan di televisi, antara pengalaman transnasional dari perpindahan dan migrasi, yang dalam hal ini ditegakkan, dan strategi pemeliharaan budaya dan negosiasi dalam batas "slipzone" antara rumah dan tuan rumah.

                Perhatian yang sama bahwa Hamid Naficy membayar untuk pengalaman ambang pengasingan dari patah komunitas nasional terlihat dalam penelitian Dana Kolar-Panov. Kerja Kolar-Panov berjalan di bawah tingkat konsumsi media arus utama dalam menangkap peran yang dimainkan oleh surat video yang digunakan oleh luar negeri warga bekas Yugoslavia untuk menyampaikan berita sebagai negara mereka putus selama awal 1990-an. Ini pekerjaan menggambarkan politik perselisihan antara masyarakat di tanah air seperti yang dimainkan di diaspora dan representasi tekstual alternatif dramatis "video kekejaman," yang menunjukkan kehancuran waktu nyata dari tanah air. Video ini melakukan peran maya palimpsests- tua "tulisan" yang menunjukkan melalui baru ones- menunjukkan peran yang kuat dari media dalam diaspora kontemporer

                1995 studi Marie Gillespie menetapkan patokan inits rinci penonton etnografi dan demonstrasi dari kebutuhan untuk metodologi yang berbeda untuk menangkap konsumsi berbagai format media
(sabun utama; berita, iklan, dan spesifik masyarakat, atau narrowcast, media, seperti
Televisi Hindi dan film) antara masyarakat diaspora. Penelitian ini menguji microprocesses,
atau praktek sehari-hari, yang terlibat dalam penciptaan identitas Asia Inggris di kalangan anak muda di Southall, di London Barat. Identitas baru ini muncul dengan latar belakang etnis baru yang muncul dalam kerangka migrasi postkolonial dan globalisasi komunikasi.

                Studi tentang ethnoscape diaspora dan media-dunia mencakup mengalir ke signifikan
Sejauh kondisi existence- yang ethnoscape ini bersifat dinamis internasional serta lokal. Pekerjaan tersebut memungkinkan persimpangan lintas disiplin dari budaya dan studi media dengan antropologi,
ilmu politik, demografi, dan geografi. Perhatian bernuansa budaya dan media studi 'struktur perasaan, identitas, dan dinamika masyarakat meminjamkan kedalaman kualitatif dan tekstur dengan pendekatan data-driven lebih untuk semua aspek dari budaya minoritas terlihat dalam disiplin ilmu sosial.


Studi budaya diaspora, kemudian, adalah sebagai banyak tentang penggunaan inovatif dari internet dan lainnya teknologi yang lebih baru seperti mereka tentang warisan, pelestarian identitas, dan nostalgia. Seperti dipamerkan di Terapung Lives: The Media dan Diaspora Asia, prevalensi komputer di rumah, penggunaan internet, dan partisipasi dalam forum Web berorientasi global lebih tinggi di antara migran ekonomi dari Asia timur ke Australia daripada di antara populasi umum. Sebuah outwardlooking, etos kosmopolitan adalah bagian utama dari modal budaya rumah tangga tersebut.